Selama ini masyarakat pada umumnya
beranggapan bahwa komunis telah hilang dari Indonesia. Memang, selama 32 tahun
pemerintahan Soeharto, partai komunis telah tiada, namun yang harus diwaspadai
selanjutnya adalah ideologinya yang tetap terus hidup dan eksis hingga saat
ini.
"Mereka masih ada dan sedang
bergerilya membangun kekuatan lagi, seperti yang dilakukan oleh Ribka
Tjiptaning Proletariyat - seorang anak PKI yang berhasil menjadi anggota
parlemen dan juga menjabat sebagai ketua Komisi IX DPR-RI. Dia pernah
menyatakan bahwa PKI di Indonesia belum pernah membubarkan diri!"
Ungkap Ustadz Alfian yang sudah selama 30 tahun ini menjadi pengamat pada
masalah-masalah komunisme.
Sementara itu, target utama gerakan
muda pengemban paham komunis saat ini adalah menghapuskan jejak sejarah hitam
PKI, misalnya dengan menarik peredaran film dan buku-buku yang mengungkapkan
sisi buruk mereka, dengan merevisi buku-buku atau tulisan yang mengarahkan
mereka sebagai aktor jahat di satu peristiwa seperti misalnya dahulu tertulis
G30S-PKI, namun saat ini banyak ditemukan buku-buku yang hanya menuliskan G30S.
Keadaan perekonomian yang morat-marit,
munculnya krisis multi-dimensi, anjloknya nilai tukar rupiah, penegakan hukum
yang semakin jauh panggang daripada api, serta kebutuhan pokok yang melonjak
adalah beberapa hal yang menjadi pemicu tumbuh-kembangnya mereka di tanah-air.
Demikian juga sikap masa-bodoh dan kurang pekanya para kaum pemerintahan
termasuk para ulama'nya dalam menyampaikan informasi tentang faham sesat
tersebut kepada masyarakat luas.
PKI yang telah ditetapkan sebagai
organisasi terlarang dengan TAP MPRS No. 25/1966 itu, saat ini digerakkan oleh
tokoh-tokoh neo-PKI, antara lain Budiman Sudjatmiko, Ribka Tjiptaning
Proletariyati, Andi Aris, Rike Dyah Pitaloka, dan Desmond Mahesa. Mereka banyak
berkecimpung pada pengkaderan massa, baik penghimpunan melalui pendirian LSM,
melantangkan hak-hak rakyat dengan senjata HAM, menggalang kekuatan fisik
secara besar-besaran sebagai bala-tentara mereka dengan pengindoktrinasian
sesatnya.
"Saat ini kaum pengusung
komunis sedang ‘kipas-kipas', mereka berusaha menyebar dan menyusup ke setiap
lini kehidupan negara ini. Jangan sampai kita tidak tahu apa-apa tentang
mereka, jangan sampai kita tidak peduli tentang gerakan gerilya mereka, dan
jangan sampai kita tidak siap menghadapi kebangkitan mereka. Komunis akan hidup
lagi kalau umat tidak juga bersatu, untuk itu mari galang persatuan!"
Tegas Ustadz Alfian.
Sementara itu, Amir MI Ar Royyan,
Ustadz Abu M. Jibriel AR. menyatakan bahwa hampir tidak ada sudut dan lini
kehidupan rakyat Indonesia melainkan disana ada kader dan pasukan PKI yang siap
membantai Islam dan umatnya. Komunisme adalah warisan sesat Karl Marx dan
Lenin, ia merupakan ideologi yang bersifat totalitas karena menuntut pengakuan
dari penganutnya sebagai satu-satunya pandangan hidup yang mencakup seluruh
ranah kehidupan. Dalam ideologi komunis, pandangan hidup bukan lagi menjadi
masalah pribadi, akan tetapi sudah menjadi masalah partai.
Partai dianggap telah memegang dan
menjaga kemurnian ideologi dan partai menjadi pemegang keputusan terakhir. Para
pengikutnya memiliki sifat dogmatis dan sangat militant karena sifat totaliter
faham tersebut. Setiap anggotanya wajib menerima ajaran komunis sebagai
satu-satunya ajaran kebenaran. Dalam pandangan komunis, Tuhan itu adalah
manusia itu sendiri. Oleh karenanya mereka menganggap bahwa pengagungan kepada
Tuhan adalah sebagaimana candu dan sumber keterbelakangan.
Ideologi komunis adalah HARAM, alasannya:
1. Karena
komunisme tidak mengakui keberadaan Tuhan.
2. Karena
komunisme mengkonsep bahwa manusia harus sama.
3.Karena
komunisme mengkhususkan kekayaan negara hanya boleh dinikmati oleh para
penguasa.
4.Karena
komunisme mengharuskan rakyat untuk tunduk-patuh dibawah kekuasaan diktator
proletariat.
5.Karena
komunisme menjalin persahabatan dengan negara/pemimpin kafir yang memusuhi
Islam.
Alhamdulillah, kata Ustadz Abu M.
Jibriel AR., TAP MPRS NO. 25/1966 telah memutuskan tentang ketetapan pembubaran
Partai Komunis Indonesia, dan mengeluarkan pernyataan bahwa PKI adalah
organisasi terlarang di seluruh wilayah negara Republik Indonesia serta
menerbitkan larangan terhadap setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembang-kan
paham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.
Menurut Ustadz Abu Jibriel, ada beberapa hal yang patut umat Islam
laksanakan dalam menghadapi tantangan mengglobalnya Komunis, yaitu dengan
kembali kepada Islam yang kaffah, memperkuat benteng kesadaran ilmu,
mempertebal benteng Aqidah, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta mempersiapkan
semua potensi guna merobek dan menghancurkan angkuhnya para musuh Allah yang
menghalangi setiap gerakan tauhid dan jihad fi sabilillah.
Untuk membangkitkan semangat dan
keberanian umat Islam, ustad melantunkan beberapa ayat :
"Janganlah kamu bersikap lemah,
dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling
tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman." (Qs. Ali ‘Imron, 3:
139)
"Dan berapa banyaknya Nabi yang
berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa,
mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah,
dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai
orang-orang yang sabar." (Qs. Ali ‘Imron, 3: 146)
"Tidak ada doa mereka selain
ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan
kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami,
dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Qs. Ali ‘Imron, 3:
147).
(Sumber:
arrahmah.com)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar