Selasa, 27 November 2012

Sikap Umat Islam Terhadap Komunisme



Selama ini masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa komunis telah hilang dari Indonesia. Memang, selama 32 tahun pemerintahan Soeharto, partai komunis telah tiada, namun yang harus diwaspadai selanjutnya adalah ideologinya yang tetap terus hidup dan eksis hingga saat ini.
"Mereka masih ada dan sedang bergerilya membangun kekuatan lagi, seperti yang dilakukan oleh Ribka Tjiptaning Proletariyat - seorang anak PKI yang berhasil menjadi anggota parlemen dan juga menjabat sebagai ketua Komisi IX DPR-RI. Dia pernah menyatakan bahwa PKI di Indonesia belum pernah membubarkan diri!" Ungkap Ustadz Alfian yang sudah selama 30 tahun ini menjadi pengamat pada masalah-masalah komunisme.
Sementara itu, target utama gerakan muda pengemban paham komunis saat ini adalah menghapuskan jejak sejarah hitam PKI, misalnya dengan menarik peredaran film dan buku-buku yang mengungkapkan sisi buruk mereka, dengan merevisi buku-buku atau tulisan yang mengarahkan mereka sebagai aktor jahat di satu peristiwa seperti misalnya dahulu tertulis G30S-PKI, namun saat ini banyak ditemukan buku-buku yang hanya menuliskan G30S.
Keadaan perekonomian yang morat-marit, munculnya krisis multi-dimensi, anjloknya nilai tukar rupiah, penegakan hukum yang semakin jauh panggang daripada api, serta kebutuhan pokok yang melonjak adalah beberapa hal yang menjadi pemicu tumbuh-kembangnya mereka di tanah-air. Demikian juga sikap masa-bodoh dan kurang pekanya para kaum pemerintahan termasuk para ulama'nya dalam menyampaikan informasi tentang faham sesat tersebut kepada masyarakat luas.
PKI yang telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang dengan TAP MPRS No. 25/1966 itu, saat ini digerakkan oleh tokoh-tokoh neo-PKI, antara lain Budiman Sudjatmiko, Ribka Tjiptaning Proletariyati, Andi Aris, Rike Dyah Pitaloka, dan Desmond Mahesa. Mereka banyak berkecimpung pada pengkaderan massa, baik penghimpunan melalui pendirian LSM, melantangkan hak-hak rakyat dengan senjata HAM, menggalang kekuatan fisik secara besar-besaran sebagai bala-tentara mereka dengan pengindoktrinasian sesatnya.
"Saat ini kaum pengusung komunis sedang ‘kipas-kipas', mereka berusaha menyebar dan menyusup ke setiap lini kehidupan negara ini. Jangan sampai kita tidak tahu apa-apa tentang mereka, jangan sampai kita tidak peduli tentang gerakan gerilya mereka, dan jangan sampai kita tidak siap menghadapi kebangkitan mereka. Komunis akan hidup lagi kalau umat tidak juga bersatu, untuk itu mari galang persatuan!" Tegas Ustadz Alfian.
Sementara itu, Amir MI Ar Royyan, Ustadz Abu M. Jibriel AR. menyatakan bahwa hampir tidak ada sudut dan lini kehidupan rakyat Indonesia melainkan disana ada kader dan pasukan PKI yang siap membantai Islam dan umatnya. Komunisme adalah warisan sesat Karl Marx dan Lenin, ia merupakan ideologi yang bersifat totalitas karena menuntut pengakuan dari penganutnya sebagai satu-satunya pandangan hidup yang mencakup seluruh ranah kehidupan. Dalam ideologi komunis, pandangan hidup bukan lagi menjadi masalah pribadi, akan tetapi sudah menjadi masalah partai.
Partai dianggap telah memegang dan menjaga kemurnian ideologi dan partai menjadi pemegang keputusan terakhir. Para pengikutnya memiliki sifat dogmatis dan sangat militant karena sifat totaliter faham tersebut. Setiap anggotanya wajib menerima ajaran komunis sebagai satu-satunya ajaran kebenaran. Dalam pandangan komunis, Tuhan itu adalah manusia itu sendiri. Oleh karenanya mereka menganggap bahwa pengagungan kepada Tuhan adalah sebagaimana candu dan sumber keterbelakangan.
Ideologi komunis adalah HARAM, alasannya:
1. Karena komunisme tidak mengakui keberadaan Tuhan.
2. Karena komunisme mengkonsep bahwa manusia harus sama.
3.Karena komunisme mengkhususkan kekayaan negara hanya boleh dinikmati oleh para penguasa.
4.Karena komunisme mengharuskan rakyat untuk tunduk-patuh dibawah kekuasaan diktator proletariat.
5.Karena komunisme menjalin persahabatan dengan negara/pemimpin kafir yang memusuhi Islam.
Alhamdulillah, kata Ustadz Abu M. Jibriel AR., TAP MPRS NO. 25/1966 telah memutuskan tentang ketetapan pembubaran Partai Komunis Indonesia, dan mengeluarkan pernyataan bahwa PKI adalah organisasi terlarang di seluruh wilayah negara Republik Indonesia serta menerbitkan larangan terhadap setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembang-kan paham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.
Menurut Ustadz Abu Jibriel, ada beberapa hal yang patut  umat Islam laksanakan dalam menghadapi tantangan mengglobalnya Komunis, yaitu dengan kembali kepada Islam yang kaffah, memperkuat benteng kesadaran ilmu, mempertebal benteng Aqidah, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta mempersiapkan semua potensi guna merobek dan menghancurkan angkuhnya para musuh Allah yang menghalangi setiap gerakan tauhid dan jihad fi sabilillah.
Untuk membangkitkan semangat dan keberanian umat Islam, ustad melantunkan beberapa ayat :
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya)  jika kamu orang-orang yang beriman." (Qs. Ali ‘Imron, 3: 139)
"Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar." (Qs. Ali ‘Imron, 3: 146)
"Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Qs. Ali ‘Imron, 3: 147). 

(Sumber: arrahmah.com)

Kamis, 08 November 2012

Jangan Lupa, Inilah KOMUNIS



Walaupun komunisme telah beberapa kali gagal melakukan kudeta di negeri ini, ia tetap menjadi bahaya laten yang senantiasa akan mengancam. Berbagai peristiwa yang jauh di masa silam itu kurang menggema di relung hati generasi muda. Padahal bukan negeri kita saja yang mengalaminya destruksi ideolog marxisme-leninisme-stalinisme-maoisme-polpotisme ini, namun 75 negara di dunia telah  mengalami secara langsung, secara intensif selama 69 tahun, yaitu 1918-1987, dalam bentuk kudeta, yang seluruhnya keras dan berdarah.
Mari kita mulai dari pengalaman berbagai negara yang mengalami destruksi oleh ideologi komunis. Ternyata fantastik, menurut Pujangga besar Taufiq Ismail dalam bukunya  “komunisme di indonesia ” yang dipaparkan pada Februari 2010 lalu,  R. J. Rummel guru besar Ilmu Politik di Universitas Hawaii yang melakukan penelitian telah menemukan bahwa pembantaian yang dilakukan para pengusung paham komunis mencapai 110-120 juta jiwa di 76 negara. Empat algojo terbesar ideologi ini adalah Lenin (500 ribu orang), Stalin (46 juta orang), Mao Tse-Tung (70 juta orang), dan Pol Pot (2,5 juta orang).
Mengapa mereka sebrutal itu?. Jawabannya terletak pada ”kitab suci” mereka yang berjudul Manifesto Komunis terbitan tahun 1848 oleh dua anak muda jerman bernama Karl Marx dan Friedrich Engels. Disana dikatakan bahwa … orang komunis menganggap tidak perlu menyembunyikan pandangan dan tujuan mereka. Mereka mendeklarasikan secara terbuka bahwa tujuan mereka merebut kekuasaan hanya dapat dicapai dengan menggunakan kekerasan, menggulingkan seluruh sistem sosial yang ada …
Dengan kata lain, kunci pengusung palu arit sejagat raya adalah “tujuan menghalalkan segala cara.” maknanya, untuk bisa berhasil mencapai suatu tujuan kerja, cara apa pun halal untuk dikerjakan, apapun. Dalam prakteknya mereka berdusta, memutar balik fakta, memalsukan dokumen, memfitnah, memeras, menipu, menghasut, menyuap, intimidasi, bersikap keras, berkata kasar, mencaci maki, menyiksa, memerkosa, merusak, menyabot, membumi hangus, membunuh sampai membantai.

Terkait dengan moralitas bagaimana?. Lenin menulis ”kami komunis menolak semua moralitas yang digali dari konsep bukan manusia dan bukan klas, kami tidak percaya pada moralitas abadi”. Moralitas abadi adalah agama, maknanya seorang komunis adalah atheis. Kalau pun ada orang palu arit mengaku beragama maka dia pembohong besar atau komunis palsu atau pasien penyakit syaraf. Moralitas mereka bisa dilihat dari instruksi Lenin ”tidak jadi soal bila 3/4 penduduk dunia habis, asal yang tinggal 1/4 itu komunis. Untuk melaksanakan komunisme, kita tidak gentar berjalan di atas mayat 30 juta orang“.
Dalam pelaksanaan pencapaian tujuan tersebut, penganut komunisme sedunia telah mengembangkan keahlian sangat tinggi lewat latihan dan pengalaman dalam perebutan kekuasaan dengan kekerasan dan berdarah. ‘Geng’ palu arit selama 69 tahun (1918-1987) telah melakukan kudeta dengan kekerasan dan menumpahkan darah di 75 negara, lebih banyak gagal ketimbang berhasil.
Jadi hari ini apabila masih ada yang menggelorakan komunisme di negeri ini, mereka adalah pemasok fikiran bebas tanpa batas dan praktisi gerakan syahwat merdeka. Jadi mereka inilah yang akan paling keras bersorak untuk tegaknya komunisme di indonesia.