Kamis, 08 November 2012

Jangan Lupa, Inilah KOMUNIS



Walaupun komunisme telah beberapa kali gagal melakukan kudeta di negeri ini, ia tetap menjadi bahaya laten yang senantiasa akan mengancam. Berbagai peristiwa yang jauh di masa silam itu kurang menggema di relung hati generasi muda. Padahal bukan negeri kita saja yang mengalaminya destruksi ideolog marxisme-leninisme-stalinisme-maoisme-polpotisme ini, namun 75 negara di dunia telah  mengalami secara langsung, secara intensif selama 69 tahun, yaitu 1918-1987, dalam bentuk kudeta, yang seluruhnya keras dan berdarah.
Mari kita mulai dari pengalaman berbagai negara yang mengalami destruksi oleh ideologi komunis. Ternyata fantastik, menurut Pujangga besar Taufiq Ismail dalam bukunya  “komunisme di indonesia ” yang dipaparkan pada Februari 2010 lalu,  R. J. Rummel guru besar Ilmu Politik di Universitas Hawaii yang melakukan penelitian telah menemukan bahwa pembantaian yang dilakukan para pengusung paham komunis mencapai 110-120 juta jiwa di 76 negara. Empat algojo terbesar ideologi ini adalah Lenin (500 ribu orang), Stalin (46 juta orang), Mao Tse-Tung (70 juta orang), dan Pol Pot (2,5 juta orang).
Mengapa mereka sebrutal itu?. Jawabannya terletak pada ”kitab suci” mereka yang berjudul Manifesto Komunis terbitan tahun 1848 oleh dua anak muda jerman bernama Karl Marx dan Friedrich Engels. Disana dikatakan bahwa … orang komunis menganggap tidak perlu menyembunyikan pandangan dan tujuan mereka. Mereka mendeklarasikan secara terbuka bahwa tujuan mereka merebut kekuasaan hanya dapat dicapai dengan menggunakan kekerasan, menggulingkan seluruh sistem sosial yang ada …
Dengan kata lain, kunci pengusung palu arit sejagat raya adalah “tujuan menghalalkan segala cara.” maknanya, untuk bisa berhasil mencapai suatu tujuan kerja, cara apa pun halal untuk dikerjakan, apapun. Dalam prakteknya mereka berdusta, memutar balik fakta, memalsukan dokumen, memfitnah, memeras, menipu, menghasut, menyuap, intimidasi, bersikap keras, berkata kasar, mencaci maki, menyiksa, memerkosa, merusak, menyabot, membumi hangus, membunuh sampai membantai.

Terkait dengan moralitas bagaimana?. Lenin menulis ”kami komunis menolak semua moralitas yang digali dari konsep bukan manusia dan bukan klas, kami tidak percaya pada moralitas abadi”. Moralitas abadi adalah agama, maknanya seorang komunis adalah atheis. Kalau pun ada orang palu arit mengaku beragama maka dia pembohong besar atau komunis palsu atau pasien penyakit syaraf. Moralitas mereka bisa dilihat dari instruksi Lenin ”tidak jadi soal bila 3/4 penduduk dunia habis, asal yang tinggal 1/4 itu komunis. Untuk melaksanakan komunisme, kita tidak gentar berjalan di atas mayat 30 juta orang“.
Dalam pelaksanaan pencapaian tujuan tersebut, penganut komunisme sedunia telah mengembangkan keahlian sangat tinggi lewat latihan dan pengalaman dalam perebutan kekuasaan dengan kekerasan dan berdarah. ‘Geng’ palu arit selama 69 tahun (1918-1987) telah melakukan kudeta dengan kekerasan dan menumpahkan darah di 75 negara, lebih banyak gagal ketimbang berhasil.
Jadi hari ini apabila masih ada yang menggelorakan komunisme di negeri ini, mereka adalah pemasok fikiran bebas tanpa batas dan praktisi gerakan syahwat merdeka. Jadi mereka inilah yang akan paling keras bersorak untuk tegaknya komunisme di indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar